oleh: hasnana
EFEK DAN EFEKTIFITAS KOMUNIKASI
KHALAYAK SEBAGAI SASARAN
Dalam komuikasi, terutama komuiksai inovasi, efek atau perubahan diharapkan terjadi pada komunikan, bukan saja pada pada seseorang melainkan kepada orang banyak atau masyarakat.
Khalaya dalam komuikasi massa dapat terdiri dari pembaca surat kabar, pendengar radio, penonton film dan TV serta pendengar pidato.
Massa adalah orang banyak yang tidak perlu berada pada suatu tempat tertentu, melainkan secara bersama-sama mengikuti peristiwa atau kejadian penting. Menurut Mayor Polak, massa hanya ada karena adanya media moderen < pers, radio, film dan televisi>.
Sebagai sasaran media massa, maka individu dalam massa tetap berada pada tempatnya masing-masing. Massa bersifat sangat heterogen dan tidak kompak.
Secara umum khalayak memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. jumlah anggotanya relatif besar atau luas.
2. bersifat heterogen, yaitu beraneka ragam
3. anomim, yaitu tidak dikenal secara pribdi.
Ahli sosiologi menyamakan massa dengan crowd, yaitu sekompulan orang yang berada pada suatu tempat tertentu kerena adanya kepentingan dan tujuan yang sama sehingga terpengaruh dalam waktu-waktu tertentu.
Ahli ilmu sosial menamakan massa sebagai sejumlah orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan dan perasaan tertentu untuk mencapai tujua tertetu.
Baik massa maupun crowd membicarakan tentang orang banyak. Namun orang banyak dalam crowd berada dalam suatu tempat tertentu, sedangkan orang banyak dalam massa tidak perlu berada dalam tempat yang sama. Dan crowd bersifat homogen, sedang massa bersifat heterogen.
Dalam perkembangan selanjutnya, massa dibedakan dalam dua bentuk, yaitu massa abstrak da massa kokrit. Massa abstrak tidak lain sekedar kumpulan manusia yang belum diikat oleh norma, motif dsb. Mereka berkumpul karena adanya minat dan kepentingan serta tujuan yang sama. Sedang massa konkrit mempunyai ikatan batin, mempunyai struktur yang jelas.
Selanjutnya, dalam massa terdapat terdapat individu-individu yang mengelompok secara sepontan, kelompok-kelompok tersebut dinamakan publik.
Publik adalah bagian-bagian massa yang tertarik pada masalah-masalah sosial atau masyarakat. Mereka berkelompok kerena adanya persamaan minat untuk memecahkan masalah sosial yang sedang hangat dalam masyarakat.
Pada publik kita temuka sifatya yang spesifik, yaitu : sifat yang kritis, rasional dan spesialistis. Ia lebih ahli, leih cerdas dari massa, dan lebih rasional dan kurang emosional dari crowd. Justru itu publik adalah merupaka iti dari khalayak, dari suatu proses komuikasi massa or pernyataan umum. Dalam publik terdapat pro dan kontra terhadap suatu persoalaan.
Perlu diketahui dalam khalayak dalam publik pada awal dan akhirnya adalah individu-individu. Pendapat itu kemudian dalam masyarakat yang terbangun menjadi pendapat umum.
Dengan singkat Pendapat Umim dapat dikatakan sebagai pernyataan sikap dari segolongan besar orang terhadap suatu persoalan sosial.dengan demikian pendapat umum itu sejenis dengan norma hukum, karena individu dalam masyarakat yang melanggar pendapat umum itu akan mendapat sanksi.Dari segi politik, pendapat umum tersebut diakui sebagai suatu kekuatan atau power.
PROSES TERJADINYA EFEK
Efek adalah unsur penting dalam kesekuruhan proses komunikasi. Bentuk konkrit efek adalah terjadinya perubahan pendapat atau sikap suatu prilaku khalaayak, akibat pesan yang menyentuhnya. Efek hanya dapat dilihat pada fenomena sosial pada waktu tertentu. Efek terjadi pada individu-individu dan kemudian menjadi sikap masyarakat.
Sesungguhnya suatu idea yang menyentuh dan merangsang individu dapat diterima atau ditolak sebagaimana tingkat-tingkat efek yang tersebut itu. Pada umumnya melalui proses:
1. proses mengerti
2. proses menyetujui
3. proses perbuatan
Suatu pesan baru dapat dikatakan rangsangan apabila ia menyentuh alat indera manusia. Dalam proses komunikasi alat-alat indra yang paling utama adalah menjadi sasaran adalah mata, telinga atau kedua-duanya tersebut. Medium yang kita kenal adalah yang bersifat visual, auditiv dan audiovisual.
Adanya masalah yang mendapat perhatian kemudian menjadi barang mentah yang selanjutnya diolah oleh alat-alat kerohanian manusia sehingga dapat terjadi pengertian dan pengetahuan. Alat kerohanian yg dimaksudkan itu adalah akal dan nstusi.
Akal ialah alat pengetahuan manusia yang melahirkan pikiran, sedangkan instusi adalah suatu alat pengetahuan manusia yang bersifat instinktif yang berakar pada potensi karsa manusia.
Mengerti pada dasarnya ialah manusia dapat menerangkan keapaan secara teratur atas pertanyaan : apa, mengapa, bagaimana, buat apa. Dan pembentukan pengertian itu adalah melalui fase-fase : analisa, komparasi, dan kombinasi.
Hasil berpikir selanjutnya ialah KEPUTUSAN dan kesimpulan. Selesai proes berpikir ini dengan kesimpulan yang ada kemudian beralih kepada aspek kemanusiaan yang lain, yaitu aspek motorik. Disini manusia melakukan tahap coba-coba dan kemudian pada tahap adopsi dan selanjutnya adaptasi.
Kini jelas, bahwa penerimaan suatu pesan itu akan berhubungan dengan dua aspek, yaitu aspek panca indera dan aspek pikiran dan ingatan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA EFEK
Bentuk konkrit dari efek ialah terjadinya perubahan pendapat, sikap dan prilaku khalayak sebagai manifestasi dari rangsangan yang menyentuhnya langsung maupun lewat media massa.
Efek suatu komunikasi adalah perpaduan atau resultante dari sejumblah kekuatan-kekuatan yang br\ertarung dalam diri khalayak.
1. FAKTOR PSIKOLOGIS DAN FISIK
Karangka refrensi adalah suatusistem hubungan fungsional yang terdiri atas pengaruh-pengaruh tertentu. Jadi pada diri individu terdapat dua pedoman, yaitu lapangan pengalaman dan karangka refrensi yang menyatu dalam keperibadiaan seseorang.
Selain itu kondisi fisik turut menentuka pula, karana kondisi ini sanat mempengaruhi psychis. Dorongan, minat, hasrat dan interest seseorang terhadap sesuatu akan tergantung pula kepada kaedaan dan kebutuhan jasmaninyah.
Skiner menemukan ahwa komunikasi berlangsung selama orang merasa aada keuntungan yang dapat diperolehnya dari suatu komuikasi yaitu keuntungan dalam arti materi ataupun non materi.
Keuntungan yang diharapkan bisa merupakan pemenuhan kebutuhan orang dalam bentuk : 1. personal needs 2. social naads
Personal needs antara lain kebutuhan yang sekurang-kurangnya kebutuhan minimum, sedangkan social needs adalah keinginan manusia untuk disukai orang lain, keinginan peroleh penghargaan atas perkerjaannya, keinginan untuk diakui dalam kelompok, dll.
2. FAKTOR SOSIAL DAN KULTURAL
Diri manusia selain memiliki aspek individu, juga terdapat aspek sosial, karena itu manusia sekaligus memiliki sifat individu dan sifat sosial. Manusia tidak dapat berkembang kecuali dengan bantuan sesamanya. Bantuan dan pendidikan pertamakalinya didapatkan dari keluarganya sendiri. Kelompok selanjutnya yang tidak pula kurang pengaruhnya adalah tetangga, temen-teman sepermainan, klmpk belajar, dst.
Faktor-faktor : attention area, public area, dan sentiment area adalah menunjukan keterkaitan individu terhadap kelompok.
Attention area merupakan area suatu bidang dimana perhatian identik dengan masyarakat. Sedangkan public area yaitu area yang memberi pengaruh terhadap seseorang karena terdapatnya keterikatan yang amat kuat antara kelompk dan individu. Selanjutnya sentiment area ialah bidang yang lebih besar pengaruhnya tehadp masyarakat.
Activity dan organization juga nenjadi dasar pembentukan karangka refrensi seseorang disamping pysicological areas. Ini dimaksudkan bahwa sikap atau tindakan seseorang sangat dipengaruho oleh keaktifan seseorang terhadap kelompok organisasinya.
Pengaruh kelompok pada diri individu dalam proses komunikasi massa adalah semacam pengaruh tingkat kedua yang dipantulkan kepada kelompoknya kemudian dipulangkan kembali pada individu-individu itu sendiri.
Situasi merupakan totalitas dari hubungan masyarakat yang dapat mengarahkan keadaan lebih baik menuju suatu arah dilihat dari segi kepentingan.
3. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PEMIMPIN PENDAPAT
Sesungguhnya meminta khalayak untuk segera mengambil keputusan adalah sesungguhnya meminta perubahan mental darinya, dalam hal ini menunggalkan pola-pola lama dan menerima pola-pola baru dianggapnya lebih menguntungkan.
Bila individu mengalami suatu kesukaran, maka hal pengambilan keputusan itu biasanya ia mencari apa yang disebut pemimpin pendapat atau laeder opinion. Hal ini manusiawi bagi yang suka mencari perlindungan kepada orang-orang yang dianggapnya lebih mampu dan lebih tahu terhadap suatu persoalan.
Pemimpin pendapat yang di kenal yaitu orang yang mempunyai fungsi dalam masyarakat karena diangkat secara resmi misalnya kepala desa.
Yang pertama disebut formal leader (pemimpin resmi) dan yang terakhir disebut informasi leader (pemimpin tak resmi), dengan kedudukan itu mereka dengan sendirinya mereka memiliki volume informasi yang lebih besar, sehingga I lebih banyak tahu tentang persoaalan.
Pengambilan keputusan atau sikap akan tergantung pada kualitas individu yang menerima rangsangan-rangsangan yang menyentuhnya.
Read more...