WELCOME TO GO_GO_BLOG !!!!! berbagi cerita, dan pengetahuan :D

Twitter

My Blog List

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

About Me

Foto Saya
seorang mahasiswi dari Universitas Mulawarman SAmarinda jurusan administrasi negara, prodi ilmu komunikasi angkata 2009. anak ke 2 dari 3 bersaudara yang mempunyai cita-cita paling tinggi. sifat dan karakter relatif tergantung dengan lingkungan(bukan berarti berkepribadian ganda)

Sabtu, 22 Januari 2011

laporan kommas

LAPORAN

PERAN KAMPUS DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN DAN MELAKUKAN HUMAN RELATION DALAM MENJALIN HUBUNGAN HARMONIS DENGAN MAHASISWA


Oleh:

Hasnawati
0902055139

ILMU KOMUNIKASI REGULAR C






FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MULAWAMAN
2010


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi modern (komputer, internet, dll) kini memungkinkan pencetakan surat kabar secara simultan di beberapa tempat, sehingga peredaran di daerah-daerah yang jauh dari pusat penerbitan dapat dilakukan lebih awal. Misalnya, koran Republika yang pusatnya di Jakarta, melakukan sistem cetak jarak jauh (SCJJ) di Solo atau media online seperti www.matabangsa.com. Koran International Herald Tribune yang beredar di Indonesia dicetak dan diterbitkan di Singapura, padahal kantor pusatnya berada di Paris.
Namun lain halnya di daerah Kalimantan timur, yang menarik pula untuk di ketahui, yaitu adanya surat kabar harian utama dan terbesar yang dimana segala proses pembuatan yang pencetakannya dilakukan di satu tempat, yaitu Kaltim Post yang berbasis di kota Balikpapan Kalimantan Timur.
Kaltim Post (dahulu Manuntung) adalah surat kabar harian pagi pertama yang terbit di provinsi Kalimantan Timur sejak 5 Januari 1988. Harian Kaltim Post yang berbasis di kota Balikpapan ini merupakan salah satu media di bawah Jawa Pos Group dengan oplah mencapai 64.800 eksemplar per hari.
Surat kabar harian kaltim post kini semakin Berjaya dengan menaungi beberapa harian Koran pagi seperti Balikpapan Post, Samarinda Post, Banjarmasin Post, Sulteng Post, Radar Tarakan, serta keluaran terakhir yaitu Bontang Post. Dengan jumblah 40 halaman Kaltim Post semakin eksis dari hari ke hari dengan kualitas isi yang di sajikan untuk masyarakat. Proses pembuatan hingga sampainya ke tangan pembaca cukup menarik untuk kita ketahui.
Bukan hanya berperan sebagai penyebar informasi dan hiburan, Kaltim Post juga harus mampu berperan sebagai literasi media untuk masyarakat, agar membatu menciptakan masyarakat atau publik yang melek, paham dan cerdas dalam menyingkapi media.
Bukan Jawa Pos Grup namanya jika tidak berani menjadi yang pertama di sejumlah kota dalam hal mendirikan stasiun televisi lokal. Seperti yang dilakukannya di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Setelah sukses mengelola dan mengembangkan harian Kaltim Pos, grup yang dipimpin Dahlan Iskan itu, merambah Kalimantan Timur dengan mendirikan stasiun televisi lokal, Balikpapan TV pada 2007.

1.2 Permasalahan
1. Bagaimana proses peliputan, pencetakan, hingga pendistribusian Kaltim Post sebagai sarana Informasi Komunikasi Massa di Kalimantan Timur.
2. Apa fungsi pemberitaan Kaltim Post sebagai sarana edukasi, informasi, dan entertainment versi media cetak di Kalimantan Timur.
3. Bagaimana Literasi media (Kalitim Post) untuk masyarakat Kaltim.
4. Bagaimana Balikpapan TV itu?






1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini memiliki beberapa tujuan dan sasaran. Sasaran dari penyusunan makalah ini adalah praktisi pendidikan . Sedangkan tujuan dari penyusunan makalah ini adalah berusaha mengupas dan membuka wawasan mengenai proses pembuatan berita, pencetakan hingga sampainya koran harian Kaltim Post ke tangan pembaca, hingga dapat mengetahui fungsi dari pemberitaan Kaltim Post, serta peranannya sebagai literasi kepada masyarakat dan mengetahui bagaimana Balikpapan TV itu.


1.4 Metode Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan penulis menggunakan beberapa metode penulisan sebagai berikut:
1. Studi Kepustakaan : yaitu penulis membaca buku-buku dan serta website yang berkaitan dengan penelitian ini.
2. Studi Kasus: yaitu observasi langsung ke lapangan, dimana Kaltim Post berada, yaitu di kota Balikpapan.

BAB II
TINJAUN PUSTAKA


2.1. Pengertian Surat Kabar
Surat kabar merupakan media massa yang paling tua dibandingkan dengan jenis media massa lainnya.
Koran (dari bahasa Belanda: Krant, dari bahasa Perancis courant) atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa even politik, kriminalitas, olahraga, tajuk rencana, cuaca. Surat kabar juga biasa berisi komik, TTS dan hiburan lainnya.
Ada juga surat kabar yang dikembangkan untuk bidang-bidang tertentu, misalnya berita untuk industri tertentu, penggemar olahraga tertentu, penggemar seni atau partisipan kegiatan tertentu.
Pemilik surat kabar, atau sang penanggung jawab, adalah sang penerbit, Orang yang bertanggung jawab terhadap isi surat kabar disebut editor.

2.2. Fungsi Surat Kabar
Surat kabar sebagai media massa dalam masa orde baru mempunyai misi menyebarluakan pesan-pesan pembangunan dan sebagai alat mencerdaskan rakyat Indonesia. Dari empat fungsi media massa (informasi, edukasi, hiburan dan persuasife, fungsi yang paling menonjol adalah informasi. Hal ini sesuai dengan tujuan utama khalayak membaca surat kabar, yaitu keingintahuan akan sikap peristiwa yang terjadi disekitarnya. Karena sebagian besar rubik surat kabar terdiri dari berbagai jenis berita. Namun demikian, fungsi hiburan surat kabarpun tidak terabaikan karena tersedianya rubik artikel ringan, feature (laporan perjalanan, laporan tentang profil seseorang yang unik), rubik cerita bergambar atau komik, serta cerita bersambung. Begitu pula dengan fungsinya mendidik dan mempengaruhi akan ditemukan dalam artikel ilmiah, tajuk recana atau editorial dan rubik opini. Fnnyaungsi pers, khususnya surat kabar pada perkembangannya bertambah, yakni sebagai alat control social yang konstruktif.

2.3. Karakteristik Surat Kabar
Karakteristik surat kabar sebagai media massa mencakup:
a. Publisitas
Publisitas adalah penyebaran pada publik atau khalayak. (Effendy, 1981:98).
b. Periodesitas
Periodesitas mencakup pada keteraturan terbitnya, yaitu bisa minggan, harian, atau dwimingguan.
c. Universalitas
Universalitas merajuk pada kesemestaan isinya, yang beraneka ragam dan dari seluruh dunia. Dengan demikian atau isi surat kabar meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, seperti masalah social, ekonomi, budaya, agama, pendidikan, keagamaan dan lain-lain.
d. Aktualisitas
Aktualisitas menurut (Effendi, 1981:99) berasal dari kata ‘kini’ dan ‘keadaan sebenaranya’. Kedua istilah ini erat kaitanya dengan berita, karena definisi berita adalah laporan tercepat mengenai fakta-fakta atau opini yang paling penting atau menarik minat atau kedua-duanya bagi sejumbalah besar orang
e. Terdokumentasikan
Dari berbagai fakta yang disajikan surat kabar dalam bentuk berita atau artikel, dapat dipastikan ada beberapa diantaranya yang oleh pihak-pihak tertentu dianggap penting untuk diarsipkan atau ibuat kliping. Dengan demikian surat kabar dapat terekomentasikan keberadaanya.
2.4 Pengertian Televisi
Televisi merupakan system elektronik yang mengirim gambar diam dan gambar hidup bersama suara melaului kabel atau ruang. System ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan dan suara ke dalam gelombang elekronok dan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suaranya dapat didengar.
2.5 Karakteristik Televisi
a. Audiovisuai, Televisi memilii kelebihan, yaitu dapat didengar sekaligus dilihat.
b. Berpkir dalam gambar. Pihak yang bertanggungjawab atas kelancaran televisi adalah pengarah acara. Bila ia membuat naskah acara atau membaca naskah acara, ia harus berpikir dalam gambar. Begitupula dengan komunikator yang akan menyampaikan informasi, pendidikan atau persuasi, sebaiknya ia harus dapat melakukan berpikir dalam gambar. Sekalipun ia tidak membuat naskah, ia dapat menyampaikan keinginannya kepada pengarah acara tentang penggambaran atau visualisasi dari acara tersebut.
c. Pengoprasian lebih kompleks. Dibandingkan dengan media lain, pengoprasian televise lebih kompleks, dan lebih melibatkan banyak orang. Untuk menayangkan acara berita yang dibawakan oleh dua orang, pembaca berita saja melibatkan 10 orang. Mereka terdiri dari produser, pengarah acara, pengarah teknik, pengarah studio, pemandu gambar, dua atau tiga juru kamera, juru video, juru audio, juru rias, juru suara, dll.


BAB III
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Kaltim post adalah Koran harian pagi yang pertama dan terbesar di Kalimantan Timur yang dinaungi oleh Jawa Post Grup. Koran harian ini disajikan dalam bentuk 3 sesi, yaitu sesi halaman utama, sesi Total Sport dan sesi Pro Kaltim. Pada halamanya, Sebelum sampai ke tangan pembaca, melalui beberapa tahapan atau proses. Kaltim Post ini juga mempunyai fungsi sebagai sarana edukasi, informasi dan enertaiment. Serta Kaltim Post juga disini berperan sebagai literasi media untuk masyarakat Kaltim. Setelah sukses mengelola dan mengembangkan harian Kaltim Pos, grup yang dipimpin Dahlan Iskan itu, merambah Kalimantan Timur dengan mendirikan stasiun televisi lokal, Balikpapan TV pada 2007.

3.1 Proses Peliputan, Pencetakan, Hingga Pendistribusian Kaltim Post Sebagai Sarana Informasi Komunikasi Massa Di Kalimantan Timur
1. Rapat Redaksi
Seluruh perencanaan dan penggarapan berita disampaikan dalam forum Rapat Redaksi setiap hari. Forum ini melibatkan redaktur/ penanggungjawab halaman, reporter, staf EDP dan Divisi Kreatif. Dalam rapat ini, deadlinenya yaitu sampai dengan jam 10 pagieditor bahasa juga ikut dalam rapat, dengan membahas isi pada koran, yaitu halaman politik, ekonomi, olahraga, dll.
2. Hunting Berita
Selanjutnya reporter pun melaksanakan penugasan yang dibahas dalam Rapat Redaksi tadi. Tetapi reporter juga tak terpaku pada penugasan saja. Bila ada yang menarik untuk diberitakan, reporter bisa menulisnya pula. Disini reporter juga harus bisa menghandel sendiri berita yang akan dimuat.
3. Foto Obyek Berita
Penugasan pun tak hanya sebatas berita saja. Foto juga memberi kekuatan tersendiri pada sebuah berita. Foto mempunyai nilai tersendiri bila didukung dengan kualitas pengambilan dan pesan yang ingin disampaikannya
4. Konfirmasi Narasumber
Adanya kasus yang diberitakan dan mendapat tanggapan dari berbagai kalangan, mesti dilengkapi dengan upaya konfirmasi pada sumber berita. Kaltim Post harus bisa mencari lebih dalam dan dengan mencari atau mendapat konfirmasi dari narasumber lain. Dalam hal ini lebih mengutamakan teknik face to face agar informasi yang didapat lebih akurat.
5. Ketik Segera Berita
Setelah beberapa bahan berita telah diperoleh, reporter kembali ke kantor untuk mulai mengetik berita. Lebih cepat penggarapannya, tentu akan lebih membantu mempercepat proses editing oleh redaktur. Dalam hal ini misalkan reporter memulai pencarian pada pukul 10.00 pagi, maka pada pukul 15.00 s/d 16.00 reporter harus segera kembali ke kantor.
Pada proses ini, pengetikan pengetikan pada sesi atau rubik sport lebih awal dilakukan, dan pada sesi pro kaltim pengetikan dilakukan paling lambat pada pukul 21.00. pengetikan berita seluruhnya diketik pada pukul 1.00 malam. jika lewat dari pukul 1.00 malam, maka berita tersebut tidak dapat diliput dan akuan diliput segera pada edisi elanjutnya.


6. Proses Editing Oleh Redaktur
Proses editing dilakukan oleh redaktur/ penanggung jawab halaman. Proses ini dimulai dengan pembenahan huruf demi huruf hingga persepsi berita tersebut sehingga berita yang disajikan menjadi terlihat sempurna.
7. Ilustrasi Dan Infografis Penguat Berita
Penyajian berita pun ada kalanya diperkuat oleh tampilan ilustrasi atau keakuratan data melalui infografis
8. Proses Penataan Halaman (Lay Out)
Berita yang telah di-”matang”-kan oleh redaktur/penanggungjawab halaman beserta foto/ilustrasi maupun infografis, kemudian ditata ke dalam desain halaman media. Proses ini disebut lay out.
9. Proses EDP
Penarikan berita-berita dari daerah Kaltim, luar Kaltim hingga luar negeri dilakukan oleh Staf EDP, termasuk pengiriman halaman dalam bentuk format PDF
10. Proses Print Halaman
Halaman yang telah selesai di-layout kemudian di-print ke media film (halaman berwarna) dan polyster (halaman hitam putih).
11. Proses Mounting Di Bagian Mountase
Halaman-halaman (hitam putih maupun warna) yang telah diprint kemudian ditata lagi menjadi satu lembaran penuh dengan materi iklan yang juga telah diprint melalui media film ataupun polyster. Inilah yang disebut proses monting
12. Proses Plat Di Percetakan
Halaman-halaman (hitam putih maupun warna) yang telah diprint kemudian ditata lagi menjadi satu lembaran penuh dengan materi iklan yang juga telah diprint melalui media film ataupun polyster. Inilah yang disebut proses monting
13. Tim Kerja Ekspidisi
Tim Ekspedisi kemudian menghitung jumlah koran yang telah tercetak dan membagi sesuai pesanan/order
14. Distribusi Koran Via Darat
Pendistribusian Kaltim Post melalui jalur darat meliputi wilayah Samarinda, Tenggarong, Bontang dan Sangatta
15. Distribusi Koran Via Laut Dan Udara
Penyaluran koran via jalur laut dan udara meliputi wilayah Pasir, Penajam Paser Utara, Kubar dan wilayah Kaltim Utara (Tarakan, Malinau, Bulungan, Nunukan dll)
16. Kerja Agen Loper
Selanjutnya peredaran Kaltim Post di masyarakat dilakukan dalam proses pemasaran oleh agen dan loper koran.
17. Kaltim Post Sampai Ke Tangan Pembaca
Pembaca pun dapat menikmati sajian berita-berita menarik yang dikemas dalam 3 sesi. Sesi halaman Utama, sesi halaman Total Sport dan sesi halaman Pro Kaltim.
3.2 Fungsi Pemberitaan Kaltim Post Sebagai Sarana Edukasi, Informasi, Dan Entertainment Versi Media Cetak Di Kalimantan Timur
3.2.1 Fungsi Kaltim Post Sebagai Sarana Edukasi
yaitu kaltim post disini merupakan sarana pendidikan bagi pembacanya. Karena Kaltim Post disini menyajikan hal-hal yang sifatnya mendidik. Kaltim Post disini melakukakan nya melalui cerita, diskusi, artikel dan Tanyajawab antara pembaca dengan pakar yang sesuai dengan pembahasan pada edisi tersebut.
3.2.2 Fungsi Kaltim Post Sebagai Informasi
yaitu KaltimPost berfungsi sebagai penyebar informasi bagi pembaca. Kaltim Post berbagi informasi yang bersangkutan dengan pembaca yang bersangkutan sesuai dengan kepentingannya. Misalkan dengan contoh adanya berita tentang kebijakan pemerintah, jadwal pemadaman listrik, informasi tentang adanya bencana alam, dll. Dimana masyarakat sebelumnya tidak mengetahui berita tersebut,maka dengan membaca koran harian ini maka informasi yang penting tidak mereka lewatkan walaupun dalam keadaan sibuk.
3.2.3 Fungsi Kaltim Post Sebagai Entertainment
melalaui rubik entertainment, Kaltim Post menyajikan sebuah hiburan yang berupa cerita, dan gossip-gosip hangat yang ada pada selebritis baik dalam maupun mancanegara.fungsi menghibur tiada lain tujuannya adalah agar mengurangi ketegangan pikiran pembaca, karena dengan membaca berita-berita ringan, dapat membuat pikiran pembaca segar kembali dan untuk mengurangi kejenuhan



3.3 Literasi Media (Katim Post) Terhadap Masyarakat
Menjadikan masyarakat maju dan berperadaban mustahil tercipta sebelum masyarakat yang ada di dalamnya sadar akan harapan tersebut.
Oleh karenanya perlu dilakukan upaya-upaya menuju terciptanya nuansa dan tradisi yang mendukung pada terbentuknya kualitas masyarakat maju. Literasi media merupakan suatu gerakan yang bertujuan untuk memberdayakan publik dalam menikmati media agar publik tidak menjadi korban dari media. Gamble dan Gamble (2002: 556) menjelaskan bahwa literasi media adalah kemampuan menginterpretasikan secara bermakna arti positif dan negatif serta pengaruh dari pesan-pesan yang disampaikan media. Ini bermakna bahwa kita tidak hanya menerima pesan yang disampaikan media secara pasif atau apa adanya, tetapi kita berupaya untuk memandang pesan yang disampaikan media secara kritis
Dalam hal ini Kaltim Post meliput dan memberikan berita kepada masyarakat yang dimana menjadikan masyarakat kembali mampu berfikir kritis dan aktif dalam setiap keadaan yang sedang hangat diperbincangkan. Seperti pada sesi Pro Kaltim, dimana diliputnya berita tentang pembangunan dan berbagai kebijakan pemerintah yang menjadikan masyarakat ikut berpartisipasi mengeluarkan aspirasi dan pendapat mereka melalui Kaltim Post, dimana Kaltim Post sendiri disini berperan sebagai katarsis, yaitu berperan sebagai jembatan penghubung anatara masyarakat dan pemerintah.

3.4 Balikpapan TV
Kehadiran Balikpapan TV mendapatkan sambutan hangat dari warga setempat. Selama ini, mereka hanya bisa menyaksikan siaran dari tv swasta nasional atau TVRI. Padahal, isi siaran tv nasional seringkali tidak menyentuh hati mereka. Dengan kehadiran Balikpapan TV, mereka berharap lebih banyak kepentingan lokal yang mendapatkan perhatian.
Harapan tersebut ternyata sesuai dengan visi dan misi Balikpapan TV. Mereka ingin menjadi perusahaan jasa penyiaran yang mampu memberdayakan potensi daerah tersebut.
Sebagai informasi, kota Balikpapan merupakan salah satu kota paling maju di pulau Kalimantan. Mereka memiliki potensi sangat besar untuk lebih maju. Balikpapan TV ikut serta dalam mendorong proses pertumbuhan kota menjadi lebih cepat lagi.
Oleh karena itu, mereka siap sedia menjadi mitra bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam mensukseskan berbagai program pembangunan, terutama di bidang pendidikan, ekonomi, wisata, kebudayaan dan kesehatan.
Bahkan merekapun bermimpi mampu menginspirasi warga, agar menjadi lebih mandiri, dengan menyajikan acara inpsiratif seperti profil usaha dan bisnis. Sejauh ini, Balikpapan TV menyajikan acara yang beragam mulai dari berita/informasi, pendidikan, olahraga dan hiburan.
Dalam mendukung kualitas program, pengelola Balikpapan TV berupaya menambah fasilitas. Pada tahun ini, mereka membeli sebuah OB Van, yang memungkinkan mereka siaran langsung dari berbagai sudut kota Balikpapan.
Pada pilkada 2011 mendatang, Komisi Pemilihan Umum setempat memberikan kepercayaan kepada BTV untuk menyiarkan langsung debat kandidat walikota dan wakil walikota.



BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Surat kabar merupakan media massa yang paling tua dibandingkan dengan jenis media massa lainnya. Dengan kehadiran koran harian pagi Kaltim Post, maka ikut meramaikan media massa cetak khususnya untuk daerah Kalimantan Timur.
Kaltim Post adalah koran harian pagi terbesar dan pertama di Kalimantan Timur. Kaltim post saat ini menaungi 8 koran harian pagi yang ada di seluruh provensi Kalimantan Timur. Segala pembuatan dari awal hingga pencetakan dilakukan di kantor yang berdomisili di kota Balikpapan ini.
Brita-berita menarik disajikan dan dikemas dalam tiga sesi, yaitu sesi halaman utama, sesi Total Sport, dan sesi halaman Pro Kaltim. Segala bentuk awal dari proses pencarian berita, penulisan berita hingga pencetakan yang selanjutnya sampai ke tangan pembaca, benar-benar melalui diskusi dan perencanaan yang matang.
Pendistribusian koran ini dilakukan melalui jalur laut, darat dan udara, karena koran harian ini tersebar hampir di seluruh plosok Kalimantan Timur. Hal ini mengantarkan Kaltim Post secara tidak langsung dituntut menjadi literasi kepada masyarakat Kaltim. Dimaksudkan disini adalah Literasi media merupakan suatu gerakan yang bertujuan untuk memberdayakan publik dalam menikmati media agar publik tidak menjadi korban dari media. menginterpretasikan secara bermakna arti positif dan negatif serta pengaruh dari pesan-pesan yang disampaikan media. Ini bermakna bahwa kita tidak hanya menerima pesan yang disampaikan media secara pasif atau apa adanya, tetapi kita berupaya untuk memandang pesan yang disampaikan media secara kritis.
Bukan hanya berkiprah pada Surat Kabar di Kalimantan Timur saja, Jawa Post juga merambah dengan membuat sebuah stasiun televisi yang juga benaung di Kaltim Post, yaitu dinamakan Balikpapan TV.
Balikpapan TV mampu menginspirasi warga, agar menjadi lebih mandiri, dengan menyajikan acara inpsiratif seperti profil usaha dan bisnis. Sejauh ini, Balikpapan TV menyajikan acara yang beragam mulai dari berita/informasi, pendidikan, olahraga dan hiburan.

4.2 Saran
Berdasarkan hasil dari kunjungan yang dilakuakn penulis, maka saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:
1. Lebih tingkatkan kembali kualitas berita yang disajikan, agar fungsi edukasi lebih menonjol untuk masyarakat.
2. Mempertebal halaman persesi, agar lebih menarik dan mengurangi kejenuhan pembaca, dan agar pembaca menjadi puas dengan sajian yang diberikan.
3. Memperluas jangkauan pendistribusian, agar masyarakat di pelosok daerah Kaltim dapat menyentuh sajian dari Kaltim Post.
4. Memperluas jangkauan signal Balikpapan TV, agar seluruh masyarakat Kaltim dapat menyaksikan sajian dari Balikpapan TV.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.facebook.com/group.php?gid=88748470740
http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/10/pengertian-televisi.html
http://balikpapan-tv.html
http:// Menggagas Media Literasi Masyarakat Maju.blogspot.com/2000.html
Msi. Drs. Elvinaro Ardianto, Msi. Dra. Lukiati Komala, Msi. Dra. Siti Karlinah. 2007. Komunikasi Massa.Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Read more...
separador

nana blog: tugas akhir human relation

Read more...
separador

Senin, 17 Januari 2011

huhu.. keluar kota bareng teman- teman memang mengasikan.. apalagi dibarengi dengan kunjungan k kaltim post yang diakhiri dengan jalan2 atau bermain ke pantai
Read more...
separador

tugas akhir human relation

KONSEP DIRI DALAM PROSES HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

Oleh:

Hasnawati
0902055139

ILMU KOMUNIKASI REGULAR C






FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MULAWAMAN
2011






PENDAHULUAN

Hubungan Antar Manusia adalah Komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasaan hati pada kedua belah pihak. Suksesnya seseorang dalam melaksanakan ‘hubungan antar manusia’ dikarenakan ia berkomunikasi secara etis, ramah, sopan, menghargai, dan menghormati orang lain. Pada dasarnya kita sebagai mahluk sosial pasti dalam kehidupan sehari-hari melakukan yang namanya hubungan antar manusia, karena kita tidak dapat hidup tanpa bantuan dari orang lain.
Setiap manusia dalam melakukan hubungan antar manusia pasti memiliki konsep diri, dimana konsep diri adalah merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan dalam komunikasi antar pribadi. Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positip. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang.
Setiap orang memiliki peran dan konsep diri serta cara mengaplikasikannya yang berbeda dalam kehidupan, entah itu dalam keluarga maupun lingkungan sosial dimana kita berada. Konsep diri itu juga bisa menjadi tolak ukur bagi diri kita untuk mengalami perubahan, baik itu positif maupun negative.


PEMBAHASAN

Proses hubungan antar manusia yang terjadi dalam keluarga saya yaitu sama halnya dengan yang terjadi pada keluarga umum lainnya. Dari pagi hingga malam terjadi komunikasi antar anggota keluarga yang terdiri dari 7 orang. Tiada hari tanpa berkumpul, dari pagi hingga menjelang malam, itu karena orang tua saya membuka lapangan pekerjaan dirumah yang membuat kami selalu berkumpul dan jarang berada diluar rumah dalam waktu yang lama. Apabila terlihat salah seorang anggota keluarga yang dalam sikap atau raut wajah terlihat ganjil dan lain dari yang biasa, maka diajak untuk melakukan komunikasi agar apabila ada yang memiliki masalah maka dapat teratasi walaupun segalanya harus dimulai dari komunikasi. Adanya keterbukaan satu sama lain, ini merupakan proses hubungan yang terjadi dalam keluarga saya. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain, entah itu dalam hal perbedaan pendapat dan keinginan menjadi cara agar terciptanya keharmonisan dan cara untuk mengurangi atau meminilisir terjadinya percekcokan akibat perbedaan pendapat tadi. Sebisa mungkin menyelesaikan suatu masalah dengan kekerasan itu dihindari, walau terkadang acapkali terjadi kekerasan antarsaudara, namun sebisa mungkin hal itu ditutupi agar orang tua hingga orang lain tidak mengetahuinya.
Setiap orang pasti memiliki konsep diri, entah itu negative maupun positif. Begitupula dengan saya yang memiliki konsep diri yang terbentuk dari adanya lingkungan keluarga di mana saya tumbuh berkembang, di sekolah dan di lingkungan masyarakat. Konsep diri terbentuk secara perlahan dan bertahap, dan berkembang sejalan dengan perkembangan usia saya. Salah satunya yaitu melalui pengalaman berinteraksi dengan orang lain serta melalui imajinasi saya tentang respon yang diberikan oleh orang lain terhadap saya. Mengaplikasikan konsep diri dalam kehidupan sehari-hari yaitu pertama-tama dengan menghargai diri sendiri. Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri. Jikalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada diri sendiri, tidak mampu memandang hal-hal baik dan positif terhadap diri, bagaimana kita bisa menghargai orang lain dan melihat hal-hal baik yang ada dalam diri orang lain secara positif. Selanjutnya dengan bersikap obyektif dalam mengenal diri sendiri, yaitu tidak mengabaikan pengalaman positif atau pun keberhasilan sekecil apapun yang pernah dicapai. Saya melihat talenta, bakat dan potensi diri serta mencari cara dan kesempatan untuk mengembangkannya.
Terlahir sebagai anak ke dua dari tiga bersaudara dan memiliki sifat yang sedikit keras, membuat saya cukup mudah untuk mendapatkan apa yang saya inginkan dalam lingkungan keluarga saya. Terkadang anggota keluarga saya merasa malas untuk melihat saya marah-marah apabila keinginan saya, walaupun itu sepele tidak dipenuhi. Tercatatat sebagai mahasiswa Universitas Mulawarman, di jurusan ilmu komunikasi angkatan 2009, mengantarkan saya sebagai salah satu harapan yang bisa dibanggakan dalam keluarga saya. Saya memiliki peran yang tidak begitu penting dalam keluarga saya, itu karena mungkin tidak banyak hal yang bisa saya lakukan kecuali membantu apapun itu yang bisa saya lakukan apabila ada penyelenggaraan acara keluarga. Selain itu juga saya diharapkan oleh kedua orang tua saya untuk dapat membimbing adik saya dalam hal pendidikan dan dalam hal bersikap, walaupun menurut saya itu bukan keahlian saya karena saya sendiri terkadang masih merasa sering memberikan contoh yang negative dalam menyelesaikan masalah dikarenakan masih belum pandai untuk mengontrol emosi. Begitupula halnya di dalam lingkungan tempat saya tinggal, saya tidak memiliki peran yang begitu penting. Saya hanya bisa sedikit membantu para masyarakat yang sedang melakukan kegiatan, entah itu kerja bakti ataupun adanya perlombaan dengan cara saya sendiri yaitu seperti menyediakan makanan dan ikut menjadi juri apabila ada acara tujuhbelasan, dan menjadi saksi saat adanya kegiatan pemilu. Dalam lingkungan kampus dimana saya berkuliah, saya berperan sebagai mahasiswa yang cukup aktif dalam kegiatan keorganisasian seperti LDK Fisip. Saya menyukai dan sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang berbau dan mengarah ke dakwah. Dan semua ini membuat saya merasa nyaman dengan diri saya yang sekarang.
Lain dulu lain pula dengan sekarang, dulu saya bisa disebut sebagai anak yang penurut dan sabar terhadap orang tua. Namun adanya rasa beda yang saya rasakan terhadap sikap dan perlakuan orang tua saya kepada kedua saudara saya membuat saya merasa mengalami sedikit perubahan dalam bersikap. Entah apa alasannya perasaan ini muncul tiba-tiba. Saya mulai merasa jenuh dan bersikap sedikit keras bahkan gampang emosian. Apapun yang saya inginkan harus dipenuhi, dan apabila orang tua saya tidak memenuhinya maka hal yang saya lakukan adalah berdiam diri dan marah-marah tidak jelas. Mungkin ini membuat orang tua saya malas untuk melihatnya, dan sebab itu mereka mengabulkannya. Terkadang perubahan ini saya nikmati karena sering pula menguntungkan bagi saya, tidak halnya dengan dulu yang hanya bisa diam dan menangis tanpa menghasilkan apa-apa. Hal ini saya ungkapkan kepada kedua orang tua saya, dan syukurnya mereka mengerti dan sedikit mengubah sikap mereka. Terkadang karna sudah terbiasa, sikap saya terbawa ke lingkungan dimana saya bergaul. Dan nyatanya saja pasti ada yang menerima dan kebanyakan yang tidak menerima dengan baik sikap saya, dan ini membuat saya berfikir bahwa tidak ada orang diluar sana yang bisa menerima saya seperti ini selain orang tua saya. Ini juga mengantarkan saya kepada kesimpulan bahwa tiada orang yang mampu menerima kita dalam keadaan buruk sekalipun kecuali orang tua kita. Apapun sikap dan tingkah kita hanya orang tua kitalah yang mampu menerimanya dan tetap menyayangi kita sepanjang masa. Hal inilah yang dapat menjadi tolak ukur dalam hidup saya untuk mengalami perubahan, walaupun seperti terlihat kearah perubahan yang negative.
Read more...
separador

tugas akhir human relation

KONSEP DIRI DALAM PROSES HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

Oleh:

Hasnawati
0902055139

ILMU KOMUNIKASI REGULAR C






FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MULAWAMAN
2011


PENDAHULUAN

Hubungan Antar Manusia adalah Komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasaan hati pada kedua belah pihak. Suksesnya seseorang dalam melaksanakan ‘hubungan antar manusia’ dikarenakan ia berkomunikasi secara etis, ramah, sopan, menghargai, dan menghormati orang lain. Pada dasarnya kita sebagai mahluk sosial pasti dalam kehidupan sehari-hari melakukan yang namanya hubungan antar manusia, karena kita tidak dapat hidup tanpa bantuan dari orang lain.
Setiap manusia dalam melakukan hubungan antar manusia pasti memiliki konsep diri, dimana konsep diri adalah merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan dalam komunikasi antar pribadi. Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positip. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang.
Setiap orang memiliki peran dan konsep diri serta cara mengaplikasikannya yang berbeda dalam kehidupan, entah itu dalam keluarga maupun lingkungan sosial dimana kita berada. Konsep diri itu juga bisa menjadi tolak ukur bagi diri kita untuk mengalami perubahan, baik itu positif maupun negative.


PEMBAHASAN

Proses hubungan antar manusia yang terjadi dalam keluarga saya yaitu sama halnya dengan yang terjadi pada keluarga umum lainnya. Dari pagi hingga malam terjadi komunikasi antar anggota keluarga yang terdiri dari 7 orang. Tiada hari tanpa berkumpul, dari pagi hingga menjelang malam, itu karena orang tua saya membuka lapangan pekerjaan dirumah yang membuat kami selalu berkumpul dan jarang berada diluar rumah dalam waktu yang lama. Apabila terlihat salah seorang anggota keluarga yang dalam sikap atau raut wajah terlihat ganjil dan lain dari yang biasa, maka diajak untuk melakukan komunikasi agar apabila ada yang memiliki masalah maka dapat teratasi walaupun segalanya harus dimulai dari komunikasi. Adanya keterbukaan satu sama lain, ini merupakan proses hubungan yang terjadi dalam keluarga saya. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain, entah itu dalam hal perbedaan pendapat dan keinginan menjadi cara agar terciptanya keharmonisan dan cara untuk mengurangi atau meminilisir terjadinya percekcokan akibat perbedaan pendapat tadi. Sebisa mungkin menyelesaikan suatu masalah dengan kekerasan itu dihindari, walau terkadang acapkali terjadi kekerasan antarsaudara, namun sebisa mungkin hal itu ditutupi agar orang tua hingga orang lain tidak mengetahuinya.
Setiap orang pasti memiliki konsep diri, entah itu negative maupun positif. Begitupula dengan saya yang memiliki konsep diri yang terbentuk dari adanya lingkungan keluarga di mana saya tumbuh berkembang, di sekolah dan di lingkungan masyarakat. Konsep diri terbentuk secara perlahan dan bertahap, dan berkembang sejalan dengan perkembangan usia saya. Salah satunya yaitu melalui pengalaman berinteraksi dengan orang lain serta melalui imajinasi saya tentang respon yang diberikan oleh orang lain terhadap saya. Mengaplikasikan konsep diri dalam kehidupan sehari-hari yaitu pertama-tama dengan menghargai diri sendiri. Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri. Jikalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada diri sendiri, tidak mampu memandang hal-hal baik dan positif terhadap diri, bagaimana kita bisa menghargai orang lain dan melihat hal-hal baik yang ada dalam diri orang lain secara positif. Selanjutnya dengan bersikap obyektif dalam mengenal diri sendiri, yaitu tidak mengabaikan pengalaman positif atau pun keberhasilan sekecil apapun yang pernah dicapai. Saya melihat talenta, bakat dan potensi diri serta mencari cara dan kesempatan untuk mengembangkannya.
Terlahir sebagai anak ke dua dari tiga bersaudara dan memiliki sifat yang sedikit keras, membuat saya cukup mudah untuk mendapatkan apa yang saya inginkan dalam lingkungan keluarga saya. Terkadang anggota keluarga saya merasa malas untuk melihat saya marah-marah apabila keinginan saya, walaupun itu sepele tidak dipenuhi. Tercatatat sebagai mahasiswa Universitas Mulawarman, di jurusan ilmu komunikasi angkatan 2009, mengantarkan saya sebagai salah satu harapan yang bisa dibanggakan dalam keluarga saya. Saya memiliki peran yang tidak begitu penting dalam keluarga saya, itu karena mungkin tidak banyak hal yang bisa saya lakukan kecuali membantu apapun itu yang bisa saya lakukan apabila ada penyelenggaraan acara keluarga. Selain itu juga saya diharapkan oleh kedua orang tua saya untuk dapat membimbing adik saya dalam hal pendidikan dan dalam hal bersikap, walaupun menurut saya itu bukan keahlian saya karena saya sendiri terkadang masih merasa sering memberikan contoh yang negative dalam menyelesaikan masalah dikarenakan masih belum pandai untuk mengontrol emosi. Begitupula halnya di dalam lingkungan tempat saya tinggal, saya tidak memiliki peran yang begitu penting. Saya hanya bisa sedikit membantu para masyarakat yang sedang melakukan kegiatan, entah itu kerja bakti ataupun adanya perlombaan dengan cara saya sendiri yaitu seperti menyediakan makanan dan ikut menjadi juri apabila ada acara tujuhbelasan, dan menjadi saksi saat adanya kegiatan pemilu. Dalam lingkungan kampus dimana saya berkuliah, saya berperan sebagai mahasiswa yang cukup aktif dalam kegiatan keorganisasian seperti LDK Fisip. Saya menyukai dan sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang berbau dan mengarah ke dakwah. Dan semua ini membuat saya merasa nyaman dengan diri saya yang sekarang.
Lain dulu lain pula dengan sekarang, dulu saya bisa disebut sebagai anak yang penurut dan sabar terhadap orang tua. Namun adanya rasa beda yang saya rasakan terhadap sikap dan perlakuan orang tua saya kepada kedua saudara saya membuat saya merasa mengalami sedikit perubahan dalam bersikap. Entah apa alasannya perasaan ini muncul tiba-tiba. Saya mulai merasa jenuh dan bersikap sedikit keras bahkan gampang emosian. Apapun yang saya inginkan harus dipenuhi, dan apabila orang tua saya tidak memenuhinya maka hal yang saya lakukan adalah berdiam diri dan marah-marah tidak jelas. Mungkin ini membuat orang tua saya malas untuk melihatnya, dan sebab itu mereka mengabulkannya. Terkadang perubahan ini saya nikmati karena sering pula menguntungkan bagi saya, tidak halnya dengan dulu yang hanya bisa diam dan menangis tanpa menghasilkan apa-apa. Hal ini saya ungkapkan kepada kedua orang tua saya, dan syukurnya mereka mengerti dan sedikit mengubah sikap mereka. Terkadang karna sudah terbiasa, sikap saya terbawa ke lingkungan dimana saya bergaul. Dan nyatanya saja pasti ada yang menerima dan kebanyakan yang tidak menerima dengan baik sikap saya, dan ini membuat saya berfikir bahwa tidak ada orang diluar sana yang bisa menerima saya seperti ini selain orang tua saya. Ini juga mengantarkan saya kepada kesimpulan bahwa tiada orang yang mampu menerima kita dalam keadaan buruk sekalipun kecuali orang tua kita. Apapun sikap dan tingkah kita hanya orang tua kitalah yang mampu menerimanya dan tetap menyayangi kita sepanjang masa. Hal inilah yang dapat menjadi tolak ukur dalam hidup saya untuk mengalami perubahan, walaupun seperti terlihat kearah perubahan yang negative.


Read more...
separador

anda pengunjung ke :D

Lencana Facebook

Followers