WELCOME TO GO_GO_BLOG !!!!! berbagi cerita, dan pengetahuan :D

Twitter

My Blog List

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

About Me

Foto Saya
seorang mahasiswi dari Universitas Mulawarman SAmarinda jurusan administrasi negara, prodi ilmu komunikasi angkata 2009. anak ke 2 dari 3 bersaudara yang mempunyai cita-cita paling tinggi. sifat dan karakter relatif tergantung dengan lingkungan(bukan berarti berkepribadian ganda)

Rabu, 21 Desember 2011

laporan strategi PR dalam Membangun motivasi

BAB I
PENDAHULUAN

Public Relation (PR) dan mitranya media massa atau pers, tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Keduanya saling membutuhkan, membentuk sinergi yang positif. PR menjadi sumber berita bagi pers, sedang pers menjadi sarana publisitas bagi PR agar perusahaan dan para komunikator lebih dikenal oleh public atau masyarakat. Kedua belah pihak, PR dan pers harus saling memiliki kepercayaan bahwasanya PR bukan “bulan-bulanan” pers, dan pers tidak boleh diperalat oleh PR, sehingga memuat pemberitaan yang mencerminkan kebohongan kepada public ( Ardianto, 2004:91 ).
Polisi merupakan kelompok sosial yang menjadi bagian dari masyarakat. Anggota dari Polisi merupakan anggota masyarakat, walaupun ada aspek yang berbeda dengan masyarakat umum. Keberadaan polisi sangat erat kaitanya dengan masyarakat, karena masyarakat yang memiliki pengaruh paling besar dan merupakan target utama dalam memberikan pelayanan kepada mereka. Oleh karena itu dibutuhkan peran aparat keamanan.Untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Kepolisian Daerah Polda Kaltim dibentuk sebagai alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas), penegak hukum (gakkkum) serta memberikan pelindung, penganyom dan pelayanan bagi masyarakat dalam rangka terciptanya keamanan dalam Negeri. Sebagai penegak hukum, Polda Kaltim bekerja berdasarkan asas dan badan hukum yang berlaku. Polda Kaltim mampu menjadi penjuru untuk mendorong dan membangun kepercayaan masyarakat serta opini positif guna mewujudkan citra dan image sesuai dengan visi dari Polda Kaltim sendiri. Untuk mewujudkan itu semua maka dibutuhkan humas.
Kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh PR adalah berkaitan dengan media massa, dimana fungsi komunikasi praktik PR menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Tidaklah berlebihan bila PR dan media massa mempunyai saling ketergantungan. Tanpa adanya sumbangsih PR, media massa tidak dapat memperoleh atau mendekati suatu keakuratan berita, sebagaimana yang diinginkan.
Media merupakan saluran komunikasi penting untuk sarana publikasi dalam fungsi kinerja kehumasan instansi pemerintah dan sebagai penghubung antara instansi pemerintah dengan masyarakat luas. Maka media tidak mungkin lepas dari fungsi komunikasi kehumasan instansi pemerintah/organisasi.
Dengan adanya penghubung infomasi yaitu “media” masyarakat bisa langsung memperoleh infomasi. Informasi yang diberikan oleh media, mengkritik atau memuji tergantung kekuatan pemberitaan yang ditulis oleh pers.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

 Definisi Humas
o PR adalah fungsi manajemen yang membantu meraih tujuan organisasi, merumuskan filosofi dan memperantarai perubahan organisasi. Praktisi PR berkomunikasi dengan seluruh publik internal dan eksternal yang terkait untuk membangun hubungan positrif dan untuk menciptakan konsistensi antara tujuan organisasi dan harapan masyarakat. Praktisi PR mengembangkan, melaksnakan dan mengevaluasi program organisasi dengan mendorong pertukaran pengaruh dan pengertian antara bagian-bagian pokok dan publik organisasi. (Otin Baskin, et.al, 1997:5)
o PR adalah proses yang kontinyu dari usaha-usaha manajemen untik memperoleh itikad baik dan pengerrrtian dari langganannya, pegawainya dan public umumnya;kedalam dengan mengadakan analisa dan perbaikan terhadap diri sendiri, keluar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan. (J.C. Seidel)
o (Public relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan public yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut) (Cutlip, 2007:6)
o PR adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap public, mengidentifikasi kebijakan dan atiurans eseorang atua organisasi demi kepentingan publik dan melaksnakan sesautu program kegiatan untuk memperoleh pengertian dan penerimaan publik) (Betrand R. Canfield, 1964:4)
o PR adalah fungsi manajemen yang membantu meraih tujuan organisasi, merumuskan filosofi dan memperantarai perubahan organisasi. Praktisi PR berkomunikasi dengan seluruh publik internal dan eksternal yang terkait untuk membangun hubungan positrif dan untuk menciptakan konsistensi antara tujuan organisasi dan harapan masyarakat. Praktisi PR mengembangkan, melaksnakan dan mengevaluasi program organisasi dengan mendorong pertukaran pengaruh dan pengertian antara bagian-bagian pokok dan publik organisasi) (Otin Baskin, et.al, 1997:5)
o Dan lain-lain yang masih banyak lagi


 Tujuan Humas
1. Memelihara dan terbentuknya saling pengertian
2. Menjaga dan membentuk saling percaya
3. Memelihara dan menciptakan kerja sama


 Fungsi humas
1. Fungsi konstruktif
Dianalogikan sebagai “penata jalan “.Jadi, humas merupakan “garda” terdepan yang dibelakangnya terdiri dari “rombongan” tujuan-tujuan perusahaan.Peranan humas dalam hal ini mempersiapkan mental publik untuk menerima kebijakan organisasi untuk mengetahui kepentingan publik,mengevaluasi perilaku publik maupun organisasi untuk direkomendasikan kepada manajemen,menyiapkan prakondisi untuk mencapai saling pengertian,percaya dan saling membantu terhadap tujuan-tujuan publik atau organisasi yang diwakilinya.
2. Fungsi korektif
Yaitu Berperan sebagai pemadam kebakaran,yakni apabila sebuah organisasi atau lembaga terjadi masalah-masalah atau krisis dengan publik,maka humas harus berperan dalam mengatasi terselesaikannya masalah tersebut.

 Humas Pemerintah
adalah segenap tindakan yang dilakukan oleh suatu instansi dalam usaha membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan membina martabat instansi dalam pandangan masyarakat guna memperoleh pengertian, kepercayaan, kerjasama dan dukungan dari masyarakat dalam pelaksanaan tugas pokok fungsinya

 Peran Humas Pemerintah
humas pemerintah memiliki peran ganda :

keluar, menyampaikan informasi atau pesan-pesan sesuai dengan tujuan dan kebijaksanaan lembaga/instansi kepada masyarakat sebagai khalayak sasaran.
ke dalam, wajib menyerap reaksi, aspirasi atau opini khalayak untuk kepentingan instansi, atau untuk kepentingan tujuan bersama


 Media Relation
o Mengutip definisi PRSSA, Stanley J Baran (2004) mendefinisikan media relations sebagai “…the public relations professional maintain good relations with professionals in the media, undestrand their deadlines and other restraints, and earn their trust”. Philip Lesly (1991) memberikan definisi Media relations sebagai hubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi. Yosal Iriantara (2005), mengartikan media relations merupakan bagian dari Public Relations eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan publik untuk mencapai tujuan organisasi.

o Philip Lesly (1991:7) memberikan definisi Media Relations sebagai hubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi.

o Yosal Iriantara (2005:32) mengartikan Media Relations merupakan bagian dari Public Relations eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan publik untuk mencapai tujuan organisasi.

Hubungan media adalah aktivitas yang dilakukan oleh individu ataupun profesi humas suatu organisasi untuk menjalin pengertian dan hubungan baik dengan media massa dalam rangka pencapaian publikasi organisasi yang maksimal serta berimbang (balance).
John Vivian (2008, 344) memberikan perhatian khusus pada posisi media relations. Bahwa public relations memiliki tiga tanggung jawab fungsional;
1. Relasi Eksternal. Komunikasi yang dijalin dengan kelompok orang-orang di luar perusahaan, konsumen, dealer, supplier, tokoh masyarakat, orang-orang pemerintahan.
2. Relasi Internal. Komunikasi yang dikembangkan untuk menjaga hubungan optimal antara karyawan, manajer, serikat pekerja, pemegang saham, dan kelompok internal lainnya.
3. Relasi Media. Komunikasi yang dilakukan perusahaan dengan media massa.
Dalam profesi humas hubungan media juga sering kali dipahami sebagai penanganan krisis dengan memberitakan tentang hal-hal positif tentang perusahaan saat perusahaan sedang dilanda berita negatif. Pada saat krisis cara terbaik penanganan hubungan media oleh humas adalah dengan mengakui dan memperbaiki kesalahan dengan menginformasikan usaha-usaha ke depan. Dalam hal ini baik media massa maupun humas dalam posisi saling memanfaatkan dan saling diuntungkan (simbiosis mutualisme).

 Media Massa
media massa pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua katagori, yakni media cetak dan media elektronik. Bentuk – bentuk dari media massa tersebut adalah
o surat kabar ;
o majalah ;
o radio siaran ;
o televise ;
o film ;
o computer dan internet.

PEMBAHASAN
Strategi Humas Polda Kaltim Dalam Membangun Hubungan Baik Dengan Media

Bidang Humas Polda Kaltim merupakan salah satu bidang pada institusi Polri yang menerapkan metode komunikasi untuk menciptakan, mengembangkan dan memelihara kondisi yang diinginkan guna mendukung kelancaran tugas pokok Polri. Kegiatan Humas lebih diarahkan ke bentuk penerangan yaitu kegiatan yang dimaksudkan membentuk opini positif dalam enghadapi ancaman kantibmas.
Polda Kaltim, memiliki devisi khusus dibidang kehumasan. Yang dimana Adalah unsur pelaksana staf khusus Polda yang berada dibawah Kapolda. Bidhumas bertugas menyelenggarakan fungsi hubungan masayarakat melalui pengelolaan dan penyampaian pemberitaan /informasi serta kerjasama/kemitraan dengan media massa dalam rangka pembentukan opini masyarakat yang positif bagi pelaksanaan tugas Polri.
Dalam strateginya, humas Polda Kaltim menyelenggarakan fungsi PR melalui pengelolaan, penyampaian berita, dan kemitraan dengan media massa dalam pembentukan opini atau citra yang positif dari masyarakat bagi pelaksanaan tugas. Ini dikarenakan hampir sebagian masyarakat Samarinda masih kurang melihat gambaran dari dedikasi poilsi di samarinda. Selanjutnya, humas Polda Kaltim membuat data base yang mencakup semua mengenai Polres Kaltim, agar apabila dalam menyampaikan informasi kepada media, humas dapat dengan mudah menjawab semua pertanyaan yang diajukan dalam berbagai kasus, dan agar dapat sigap apabila ada pertanyaan yang datang dengan tidak diduga.
Humas juga tak jarang melakukan kegiatan-kegiatan seperti Jumpa Pers, Press Release, Dialog Interaktif, Press Room, Sarasehan, Kliping Harian, Press Tour, Special event, dan Kunjungan ke Media. Cara humas melakukan pendekatan dengan pers yaitu dengan melakukan pendekatan secara personal dengan mengadakan sarasehan dengan insan pers dan adanya saling keterbukaan antara humas dengan wartawan, tidak ada rasa ketakutan menghadapi media karena media merupakan saluran informasi kepada masyarakat. Selain itu humas juga selalu mengkonfirmasi terlebih dahulu jika Polda kaltim akan mengadakan kegiatan atau acara penting. Biasanya lewat undangan yang bersifat resmi, atau yang tidak resmi seperti lewat telepon dan sms tentang pemberitahuan tempat, waktu, tanggal pelaksanaan acara kepada wartawan. Apabila ingin melakukan jumpa pers dalam rangka mengklarifikasi sebuah kasus yang sedang hangat, humas polda cukup peka terhadap pers, yaitu dengan melakukan konfirmasi terkait kapan tepatnya dilakukannya kegiatan, agar terdapat kejelasan waktu dan menghindari terjadinya kekecewaan pers apabila ada waktu yang mengaret. Humas juga Bekerja sama dalam penyediaan materi, seperti membagikan press release kepada media. Dengan tujuan agar informasi yang akan ditulis di media baik dan jelas serta memberikan kemudahan bagi media dalam penyampaian berita.



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Media merupakan saluran komunikasi penting untuk sarana publikasi dalam fungsi kinerja kehumasan instansi pemerintah dan sebagai penghubung antara instansi pemerintah dengan masyarakat luas. Maka media tidak mungkin lepas dari fungsi komunikasi kehumasan instansi pemerintah/organisasi. Begitupula halnya dengan humas pada Kapolda Kaltim yang dimana dalam membangun hubungan baik dengan media mengandakan beberapa kegiatan diantaranya, melakukan kegiatan-kegiatan seperti Jumpa Pers, Press Release, Dialog Interaktif, Press Room, Sarasehan, Kliping Harian, Press Tour, Special event, dan Kunjungan ke Media yang dimana semua adalah dalam rangka strategi membangun hubungan baik dengan media yang tujuan puncaknya yaitu untuk membangun opini dan citra yang positif di mata masyarakat.

Saran
Kepada Polda Kaltim, harapannya bisa lebih meningkatkan dan mengatur strategi yang lebih jitu dan lebih strategis dalam membangun hubungan dengan media, dan tidak memilih-milih media dalam memberikan klarifikasi terhadap kasus-kasus yang terjadi, serta agar lebih mengaplikasikan teori-teori yang telah diucapkan agar memiliki dedikasi yang baik.
Kepada para pembaca yang ingin membahas masalah ‘strategi humas dalam membangun hubungan baik dengan media’, agar dapat menyempurnakan penulisan ini dengan lebih mengupas yang lebih mendalam.

DAFTAR PUSTAKA

http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2011/01/25/media-relations-bagian-komunikasi-krisis/
http://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan_media
http://www.kaltim.polri.go.id/polda/detail/bid-humas
fajar Marhaeni, 2008. Ilmu komunikasi: teori dan praktik. Jakarta: Graha Ilmu
Kusumastuti frida, 2001. Dasar-dasar humas. Bogor : Ghalia Indonesia

MAKALAH
STRATEGI HUMAS POLDA KALTIM DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN BAIK DENGAN MEDIA

Oleh:

Hasnawati
0902055139

ILMU KOMUNIKASI REGULAR B






FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MULAWAMAN
2011
Read more...
separador

anda pengunjung ke :D

Lencana Facebook

Followers